Sixty Nine

1283 Words

“Kau yakin tidak ingin pernikahan kita digelar di New York?” tanya Dean kepada Nami ketika mereka berdua tengah makan siang di Koreantown di daerah Broadway tepatnya di restoran Kunjip, restoran tersebut sangat ramai meskipun kecil. Di sana surganya makanan Korea dan Jepang, begitu banyak restoran dan toko-toko yang bertuliskan huruf Hangul dan kanji. Nami baru tahu di New York ada Koreantown dan ia sangat senang mengetahui kenyataan ini. “Tidak, aku ingin di Jepang,” jawab Nami sambil menyuap kembali kimchinya. Hari itu Nami mengajak Dean untuk makan di restoran Korea. “Baiklah-baiklah kita sepakat di Jepang.” Nami langsung tersenyum ketika Dean mengabulkan permintaannya. “Aku ingin pestanya diadakan di taman yang indah,” pinta Nami lagi. Dean tersenyum mendengarnya. “Hm, aku akan men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD