Aku memberinya keceriaan miliknya, tawa miliknya, senyum miliknya, dan tangis miliknya. Aku memberinya: dirinya sendiri. *** Sisa perjalanan itu hanya diisi oleh keheningan. Alarick maupun Valerie tidak membuka suara lagi ketika Valerie tidak membalas ucapan Alarick soal keinginannya agar Valerie tidak hamil. "Stop di depan gedung yang berwarna putih itu." Kata Valerie, mengejutkan Alarick. Alarick segera berdeham dan menepikan mobilnya di depan gedung yang Valerie tunjuk. "Apa ini? Motel?" tanyanya penasaran. "Bukan. Itu apartemenku." "Apartemen??? Kenapa bentukannya seperti motel??" "Hm." Jawab Valerie dingin sambil membuka sabuk pengamannya. Alarick menghela napas panjang dan mematikan mesin mobilnya. "Kenapa Anda mematikan mesin mobilnya?" tanya Valerie sambil menaikan sebelah

