Rosa membuka matanya perlahan, keningnnya mengkerut, saat merasakan kepalanya sakit. Otomatis tangan kirinya terangkat dan hendak memijit pelipisnya. Namun saat ia mencoba menggerakan jarinya, jari-jarinya sama sekali tidak bisa digerakan. "Apa yang terjadi?!" seru Rosa. River yang sebelumnya sedang tertidur, jadi terbangun saat mendengar suara teriakan histeris Rosa. "River! Apa yang terjadi?! Kenapa jariku tidak bisa digerakan?!" Gadis itu berujar histeris sembari memegangi pergelangan tangan kirinya. River seketika bangkit duduk, dan menatap tidak tega Rosa. Ia tidak sanggup mengeluarkan sepatah katapun, untuk menjelaskan kondisi yang di alami gadis itu. Sampai akhirnya pintu kamar terbuka, dan muncul Tristan, beserta Daniel dan beberapa anak yang lain. Mereka menghampiri Rosa yang

