22

1000 Words

Angelina pulang, ia sampai di rumah dengan membawa keraguan yang begitu besar. "Kenapa kamu pulang?" Degh! Batin Angelina. Apa yang ia dengar seakan menjadi suatu hal yang kini terasa menyakitinya. "A–apa, keputusanku untuk pulang itu salah?" tanya Angelina dengan suara bergetar menahan tangis. Pak Agung menatap putranya dengan tatapan yang terlihat datar, meskipun gadis itu menangis, ia tampaknya tidak perduli. Angelina akhirnya sadar dengan segala hal yang kini terjadi. Pada akhirnya, ia hanya sebuah alat, dan akan selalu begitu. Kini, ia hanya bisa merenungi segala nasibnya, dan meskipun ia berusaha mati-matian membantu keluarganya, pada akhirnya semua itu tidak berarti. "Sudahlah, mau apa lagi sekarang. Kamu sudah kembali, ya sudah." jawab Pak Agung. Lelaki itu tampak pergi b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD