Hipnoterapi

2091 Words

Jae Kyung tengah berada di suatu bar malam. Segelas minuman beralkohol di gelas sloki—berwarna kuning pekat menjadi temannya. Suara musik yang melankolis, menambah hancur suasana hatinya. Semakin cepat ia mengosongkan gelasnya. Mengisinya lagi. Begitu seterusnya. Sampai, kepalanya sudah terasa berat. Matanya sayu. Tangannya terlihat susah untuk menggenggam gelas. Hoon yang baru saja tiba meraih gelas itu. Menghabiskan isinya. Jae Kyung menengok dengan sisa tenaganya. Mengerutkan mata. Pipinya semu. “Oh.. adikku datang!” “Hentikan omong kosong mu! Ada apa kau memanggilku?” 30 menit yang lalu— tepatnya sebelum ia kehilangan kesadaran, ia sempat menghubungi Hoon. Memintanya bertemu di tempat itu. “Duduk dulu,” pinta Jae Kyung. Memukul-mukul kursi akrilik di sebelahnya. Hoon mendesah sin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD