Perasaan Yang Tak Menentu

2004 Words

“Aku pernah berada di satu titik terberat dalam hidupku. Aku pernah menangis tanpa suara. Aku pernah merasakan sesak luar biasa di dadaku. Semua kenyataan yang aku alami, sulit untuk aku terima. Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Aku merutuk diri sendiri atas kegagalan hidup dan hancurnya harga diri. Tanpa aku sadari.. Jika di luar sana, masih banyak bunga yang indah bemekaran. Mentari memberi cahaya yang terang pada bumi yang gelap. Aku hanya terlalu sibuk meratapi sakit yang aku rasa. Aku mengira.. Semua kemalangan ini, hanya terjadi padaku.” “Mina.. Ayo sarapan dulu,” ajak Dong Hoo. Tiba-tiba membuka pintu kamar Mina. Mina yang sejak tadi menulis di laptopnya, menengok dengan senyuman. “Iya.. Kakak duluan saja.” “Cepat keluar, ya. Kami semua menunggu.” “Okay.” Dong Hoo kelua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD