Gudang Dan Bau Bensin

1224 Words

Jae Kyung dan Hanna masih di ruang rias. Duduk berdampingan. Dong Hoo keluar terlebih dahulu. Keduanya diam untuk beberapa saat. Mencoba menelaah cerita Dong Hoo yang bagaikan petasan dengan suara menggelegar mengejutkan semuanya. Terlebih, Hanna. Akhir-akhir ini hidupnya seolah kacau. Banyak kebenaran yang tiba-tiba muncul di sekitarnya. “Lebih baik, kau istirahat saja di sini,” kata Jae Kyung. “Aku ingin rebahan sejenak memang. Kepalaku masih sedikit sakit. Nanti, aku akan menyusul.” “Tidak perlu. Kalau acara selesai aku akan menjemputmu.” “Tidak. Ini juga tugasku. Aku yang harus bertanggung jawab.” “Baiklah. Kalau butuh apa-apa segera hubungi aku atau Dong—kakakmu.” Hanna mengangguk. Jae Kyung berdiri. Melangkahkan kaki. “Jae Kyung.. E.L—parfum itu apa benar kau sendiri yang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD