Mina mendorong tubuh Jae Kyung. Menunduk sejenak. Otaknya mencoba menelaah kejadian yang begitu tiba-tiba. Tapi, ia gagal memahami. “Apa yang kau lakukan? Bukankah, kau sudah kelewat batas?!” “Mina.. Aku-“ “HANNA! NAMAKU HANNA! KENAPA SEOLAH BANGGA MEMANGGILKU DENGAN NAMA ITU?! DAN, KENAPA!” Hanna menggigit bibir bawahnya. Menahan marah. Matanya memerah. “Kenapa kau selalu hadir dalam pikiranku. Melakukan hal-hal bersamaku yang bahkan aku tak pernah melakukannya.” “Karena kau memang, Mina. Ingatanmu mulai kembali!” “Pak Jae Kyung.. Aku tegaskan kembali. Namaku Hanna Jang. Aku bukan perempuan yang kau maksud selama ini.” “Tidak. Aku yakin ini kau. Kau tahu novel siapa yang aku baca tadi?” “Aku sedang tak ingin bermain tebak-tebakan!” “Mina Kim. Itu.. Novel mu.” Hanna terperanjat.

