Abi memasuki kamar, dia melihat sang istr yang memejamkan mata. Pria itu mengembuskan napas panjang, Abi sangat yakin jika Alleta tidaklah tidur. Dengan langkah perlahan pria itu menghampiri sang istri, Abi mendudukkan diri di tepi ranjang. Dia mengusap rambut Alleta dengan lembut. "Sayang, aku tau kamu nggak tidur, hei. Ayo buka matanya," cetus Abi dengan suara lembut. Mata Alleta terbuka perlahan, wanita itu menyengir. Abi yang melihat itu menggelengkan kepala pelan, sudah tak heran lagi dengan kelakuan di luar nalar sang istri. Pria itu mengusap pipi Alleta dengan lembut, tatapan Abi begitu dalam. Dia selalu berhasil membuat Alleta merasa tenang walau hanya dari tatapan mata. Abi mengangkat tubuh Alleta, pria itu mendudukkan Alleta di atas pangkuannya. Tangan Abi terulur mengelus lem

