"Ibu hamil itu mood-nya gampang berubah, Bi. Jadi, kamu harus paham sama istri kamu." Abi menghela napas panjang mendengar ucapan sang ibu. Pria itu tengah berbaring dan menjadi paha Risya sebagai bantalnya. Dibuat pusing oleh masalah rumah tangga, pria itu sengaja mendatangi Risya dan mengadu pada sang ibu. Tentu saja Abi mendapatkan teguran keras dari Risya karena telah menyakiti menantunya. Namun, tak dapat dipungkiri jika wanita itu juga kesal karena Alleta telah berani melawan Qia yang notabenenya adalah anak dari adik Risya sendiri. Tangan Risya terus bergerak mengelus rambut sang putra. Kedatangan Abi yang tiba-tiba tentu membuat Risya merasa keheranan. Semenjak putra semata wayangnya itu tumbuh dewasa, Abi tak pernah lagi membagikan isi kepala pria itu dengan sang ibu. Alasannya

