Bab 119. Pembantu

1016 Words

Sarapan kali ini begitu hening, mungkin karena Alleta yang enggan untuk berbicara. Wanita itu tengah fokus menghabiskan salad yang dia makan. Tadi pagi Alleta mengalami mual muntah kembali, karena itu juga wanita itu memilih untuk diam. Dia tengah memulihkan kembali tenaganya yang hilang, sedangkan Abi nampak begitu buru-buru menghabiskan sarapannya. Selang lima menit, Abi bangkit dari posisi duduknya. Pria itu berjalan menghampiri Alleta, dia mengusap dan mengecup kening Alleta. Pria itu memandang lamat Alleta yang masih tetap diam seraya menghabiskan sarapan milik wanita itu. "Aku berangkat ke kantor dulu, ya. Kamu jangan bandel, jaga diri dengan baik," ucap Abi seraya mengusap pucuk kepala Alleta. "Hm," sahut Alleta seadanya. Abi mengabaikan respons singkat yang diberikan sang istri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD