Ily menatap nanar bola kaca yang bersekah dilantai. Nama, gambar serta kacanya pecah seketika saat Keyla merebut dan melemparnya begitu saja. Sekuat tenaga Ily menahan keinginannya untuk menjambak Keyla dan sekuat tenaga Ily menahan tangisannya melihat barang kesayangannya hancur begitu saja. "Minta maaf!" Titahnya tanpa mengalihkan mata dari gambar wajahnya bersama Lingga, "Minta maaf sekarang!" Ily menatap Keyla tajam. Kenapa bisa ada orang bersikap seperti itu? Kenapa ia tidak punya rasa bersalah? Seharusnya ia langsung minta maaf bukan malah diam bersikap seolah itu bukan salahnya "Gue nggak salah" Ily tertawa sinis, "Nggak salah? Aku nggak tau kenapa kau bersikap kayak gini? Aku nggak tau kenapa kau membenciku padahal kita nggak saling kenal sebelumnya. Dan aku juga nggak tau jika

