Puas

1927 Words

Sejak masuk kamar Ily lebih banyak diam. Setiap Jessie dan Vania mengajaknya bicara Ily terlihat tidak menyimak pembicaraan mereka. Karena peka terhadap sahabatnya Vania bisa tau jika Ily dan Rimba ada masalah. "ILY!" Ily linglung merasa tubuhnya terguncang. Ia melihat Vania tepat didepannya dengan wajah khawatir. "Ada apa, Van?" Vania mendengus. Ia duduk didepan Ily seraya meraih tangan sahabatnya. "Katakan!" Ily mengernyit tak mengerti. Apa yang harus ia katakan? Tidak ada yang ingin ia katakan sekarang ini? "Masalahmu" Jessie duduk tidak jauh dari mereka. Vania mengangguki perkataan Jessie "Apa?" Vania berdecak memutar bola matanya. Ini yang membuatnya begitu gemas dengan Ily, kadang sahabatnya itu pintar dan kadang suatu waktu berubah bodoh seperti sekarang. "Masalahmu dengan kak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD