Leon mengerjabkan matanya untuk membiasakan penglihatannya pada suasana sekitar. Ia bangun sembari memegang bahunya yang terasa ngilu. Laki-laki itu mengembus napas kasar, lalu memejamkan mata. Ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi. "Rere!" Ia langsung bangun dan baru menyadari tempat di mana kini dia berada. "s**t!" umpatnya sembari memukul awang-awang. Lalu dengan d**a yang bergemuruh karena semua rasa tidak nyaman menjadi satu, Leon menjatuhkan tubuhnya di kasur busa tempat tadi ia tidak sadarkan diri. Leon meremas rambutnya kasar. Ia tahu, seharusnya tidak menemui Rere malam tadi. Karena ke manapun ia pergi, ia akan selalu ditemukan. Laki-laki itu melangkah gusar, bagaimana caranya lolos dari tempat ini? Ruangan sebesar empat kali empat meter yang didominasi warna putih ini

