Gesekan suara daun yang tertiup angin terdengar seperti nyanyian pilu. Sinar oranye di langit telah menghilang, terganti oleh pekat tanpa setitik sinarpun. Bahkan bintang seolah enggan menyemarakkan langit yang menggelap. Mungkin mereka tahu, ada hati yang tengah merasa tidak baik saat ini. Rere mendekap kedua lututnya sembari duduk bersandar pada tempat tidur. Matanya menatap kosong ke arah jendela kamar yang ia biarkan terbuka. Satu bulir air kembali menetes. Entah kenapa dia bisa menjadi secengeng ini. Atau memang, seperti inilah dia yang sesungguhnya? Biasanya ada Leon yang mengusap air matanya. Biasanya ada Leon yang meminjamkan punggungnya untuk dia menangis. Biasanya ada tangan Leon yang mengusap lembut punggungnya. Dan membuat hatinya merasa baik, meski segala masalah terus saja

