Sisca semakin cemas. Dia berlarian ke sana-sini. Mencari pergi ke mana kedua anak itu. Langkahnya kian gemetar, bibirnnya dia gigit perlahan. Sesekali, dia masih memanggil nama dari kedua anak itu. “Tino!” “Jimy!” Tapi tetap saja keduanya tidak menyahuti panggilannya. Ke mana mereka berdua? Kenapa semua ini terjadi di waktu yang bersamaan. Kabar duka, Mela sakit, dan anak-anak pun menghilang. Tuhan, apa yang sedang kau ujikan padaku ini sangatlah berat! *** Setelah melewati kematian salah seorang rekan mereka. Mereka tidak mempunyai waktu untuk bersedih, berduka, atau bahkan mengenang kisah tentang rekannya yang telah tiada. Mereka mau tidak mau harus tetap melakukan tugas seperti yang sudah diucapkan oleh sang atasan. Mereka berburu lagi dan lagi. Mempertaruhkan nyawa me

