Chapter 26

1416 Words

Setengah enam pagi, restoran sudah agak ramai meski jam bukanya nanti setengah delapan. Sengaja, karena saran Alfan, kami akan mendiskusikan mengenai kemajuan restoran ini. Semuanya berkumpul di ruangan dekat dapur, tempat para karyawan biasa istirahat. Aku yang tidak paham apa-apa ini, hanya bisa diam saat Alfan menjelaskan misinya. "Sudah 2 tahun, restoran ini jalan di tempat. Maju, tidak. Mundur, tidak juga. Jadi mulai hari ini, kita semua harus memikirkan kemajuan restoran ini demi kesejahteraan bersama. Saya mulai dari luas restoran. Terlalu kecil, kan?" Alfan sangat fasih menjelaskan. Beberapa kepala mengangguk. "Siang, selalu penuh. Sampai ada yang memilih batal makan di sini karena tidak ada ruang lagi. So, tujuan pertama kita, memperluas restoran ini." "Tapi, Mas—eh Pak, eh, pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD