Tidak Mudah

1030 Words

Waktu telah menunjuk angka sepuluh pagi. Yara baru saja membuka matanya. Termenung sesaat kemudian menghela napas kasar. “Kenapa aku ada di sini? Bukannya semalam ada di luar?” gumamnya lalu menggaruk rambutnya dengan pelan. Ia kemudian menoleh pada ponselnya. Ada panggilan dari suaminya. Ia hanya menatapnya sampai panggilan itu selesai. “Nggak penting banget angkat telepon kamu, Mas.” Ia lantas beranjak dari tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Lima belas menit kemudian Yara menyelesaikan mandinya. Tristan kembali menghubungi sang istri. Ia menghela napas kasar dan mengambil ponselnya. “Seratus panggilan tak terjawab?” Yara geleng-geleng. Ia lantas kembali melangkah dan mengenakan pakaian blouse berwarna hijau tosca dan celana jeans navy. “Sayang. Kenapa panggilan aku sedari tad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD