Yara—masih dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Perempuan itu juga menitikana air mata bahagia karena dilamar seromantis ini di sebuah tempat yang sangat indah itu. Yara kemudian menganggukkan kepalanya. “Ya. Aku ingin menjadi bagian dari hidup kamu.” Reiner lantas menerbitkan senyumnya. Lalu mengambil cincin berlapis berlian itu dan memasukannya pada jari manis Yara. Kemudian mencium punggung tangan itu dengan lembut dan beranjak bangun. Memeluk sang kekasih dan menciumi sisian wajah Yara karena bahagia yang amat sangat dalam dirinya. Riuh tepuk tangan serta lampu yang kembali dinyalakan membuat Yara menoleh ke samping. Rupanya banyak orang di sana. Keluarga, sahabatnya juga teman-teman medis Reiner. “Congratulations, Yara dan Reiner. Akhirnya udah mau sah setelah satu tah

