“Minta izin apa, Ma?” tanya Shabila sembari mengusapi wajah Yara yang penuh dengan air mata. “Shabila harus janji sama Mama, harus jadi anak yang pintar dan bahagia. Mama harus menyelesaikan pekerjaan Mama dan mungkin butuh waktu lama untuk kembali.” Shabila terdiam sejenak. Hanya menatap Yara dengan lekat. “Mama mau pergi ninggalin aku, yaa?” Yara menggeleng dengan pelan. “Nggak, Sayang. Mama nggak akan meningalkan Shabila. Mama ada kerjaan, Nak. Buat masa depan kamu.” “Kan, ada Papa yang lagi nabung buat sekolah aku. Kenapa Mama juga harus cari kerja?” tanya Shabila semakin tidak rela Yara pergi darinya. Yara kemudian mengusapi lengan anak kecil itu sembari mengulas senyumnya. “Belum cukup, Nak. Uang Papa masih sedikit. Mama janji, setelah urusan Mama selesai, Mama langsung menemui

