Bugh! Sekali lagi lelaki itu memukul wajah Reiner sebab emosi yang tidak terbendung dalam dirinya. “Mas! Hentikan!” pekik Yara kemudian mendorong tubuh Tristan agar menjauh dari Reiner. Napasnya menderu menatap nyalang wajah Tristan. Marah sebab sudah memukul Reiner begitu saja. “Keterlaluan kamu, Mas. Memangnya ada yang salah, sama ucapan Reiner? Nggak ada!” pekik Yara sembari menatap tajam wajah suaminya itu. Tristan menarik tangan Yara dan menatapnya dengan tatapan tajam. “Pulang, Yara! Kamu yang sudah keterlaluan. Dia menginginkan kamu jadi ibu sambung anaknya dan kamu bilang itu nggak salah? “Jelas-jelas kamu sudah jadi istri orang! Masih saja dia berani mengatakan itu dan berharap kamu mau menjadi istrinya dengan dalih menjadi ibu dari anaknya! Dia tahu kamu tidak bisa punya ana

