Pisah itu Tertancap di Perut Reiner

1084 Words

Yara menelan saliva dengan pelan. Sudah pasti lelaki itu akan mengancamnya balik. Ia masih terdiam. Memikirkan bagaimana cara agar dapat membebaskan Shabila dengan selamat. “Kirim lokasi kalian! Jangan pernah menyentuh Shabila sedikit pun!” “Kamu mau, menggantikan bocah berisik ini? Sangat menyayangi anak ini rupanya.” “Jangan pernah menyentuhnya!” pekik Yara dengan mata memerah tajam. “Hahaha! Gantikan nyawa anak ini olehmu, bila kamu masih ingin melihatnya bernyawa!” Yara memutar otak untuk melepaskan Shabila dari penculikan yang dilakukan oleh Rifky sebagai biang keladinya. Perempuan itu masih mengejar mobil yang membawa Shabila. Tak lama setelahnya, lokasi di mana Shabila akan dibawa dikirim melalui ponselnya. Nomor tak dikenal: [Kalau kamu memberi tahu polisi ataupun Reiner, ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD