Tak lama kemudian, Reiner kembali menghampiri Yara yang masih duduk menyandar di sandaran tempat tidur. “Operasi dadakan lagi?” tanya Yara langsung menebaknya. Reiner menganga lalu menggelengkan kepalanya. “Bukan kok. Jadwal operasi lambung masih dua hari lagi. Hanya itu, jadwal operasi aku di minggu ini.” “Oh. Kirain kayak kemarin lagi, gantiin Dokter … dokter siapa, yaa? Kok aku lupa.” “Dokter Frans, Sayang. Dia lagi tugas ke luar kota waktu itu, makanya digantikan oleh aku.” “Nah itu dia. Dokternya ganteng, nggak? Aku nggak pernah lihat dia. Kalau Dokter Firman udah sering lihat.” Reiner menatap datar wajah Yara. Tersirat kekesalan dalam dirinya karena bertanya tentang fisik dokter yang pernah ia gantikan. “Masih lebih tampan aku,” jawabnya datar. Yara kemudian terkekeh melihat

