"Saya murid pindahan, Pak dari Karawang. Kayaknya udah satu bulan lebih, mau dua bulan. Bandung ternyata adem ya, Pak." "Wah, zaman Bapak masih sekolah dulu lebih adem lagi. Kerasa Bandung-nya. Kalau sekarang sudah nggak jauh beda dengan kota-kota lain, Bandung juga bisa macet, bisa panas meski nggak sepanas Jakarta." Mentari hanya bisa menjadi pendengar dari dialog-dialog Pak Joko dengan Barameru. Kegiatan menyusun dan mendata buku-buku paket tidak begitu membosankan karena Pak Joko yang terus mengajak berbicara, sesekali menanyakan bagaimana pelajaran di kelas, atau apa pun hingga membicarakan keadaan kota Bandung yang tidak seperti zaman dulu lagi. Mentari sesekali menjawab pertanyaan Pak Joko, tapi Bara lebih sering menjawab dan justru balik bertanya. Mentari memang tidak bisa memba

