Hujan semakin deras, tapi tidak membuat Mentari beranjak dari atas batu bulat besar di pinggir jalan. Mentari bahkan tidak peduli dengan tatapan aneh dari orang-orang yang memilih berteduh, Mentari tidak peduli apa pun. Mentari hanya ingin diam, menangis di derasnya hujan yang jatuh ke tanah. Hati Mentari terasa sakit dan menyedihkan. Mungkin orang-orang yang melihatnya akan berpikir bahwa Mentari sudah gila berdiam diri di derasnya hujan. Namun, Mentari tetap pada pendiriannya saat ini. Mentari masih menangis hingga tidak sadar sebuah sepeda putih sudah berada di sampingnya. Melihat Mentari yang terisak pedih, menemani Mentari yang membiarkan tubuhnya terguyur derasnya hujan. Lelaki itu hanya diam, tidak mengatakan apa-apa. Lelaki itu masih menuntun sepedanya, melihat ke arah Mentari yan

