"Asyik, kita berdua sekelompok dong!" Helmi terlihat girang ketika namanya dengan nama Mentari berada dalam satu kelompok yang sama. "Jarang 'kan kita—eh, eh kok sama Taryo juga, sih?" Pundak Helmi turun ketika nama Taryo ditulis di papan tulis dan berada di baris yang sama dengan namanya. "Ih, kenapa, sih setiap ada kelompok pasti kebagiannya bareng Taryo mulu. Sekali-sekali aku juga 'kan pengen sama Bara." Mentari tidak menanggapi Helmi yang terus mengoceh, apalagi ketika diputuskan berada dalam satu kelompok lagi dengan Taryo. Entah dendam kesumat apa yang Helmi miliki, rasanya dia bosan dengan Taryo yang sejak SMP selalu saja berada dalam kelas yang sama. Sedangkan Taryo hanya menaik-turunkan alis, dia senang membuat Helmi kesal. Helmi mengangkat tangannya membuat Bu Astri yang tenga

