Zuna mendengus dan menggerutu sepanjang hari. Tidak ada yang memperdulikannya di dalam kamar ini. Dia terkurung dan Pangeran Jake akan pergi menemuinya hanya untuk mengatakan hal yang membuat jiwa Zuna terguncang.
Pria menyebalkan itu mengatakan padanya kalau sudah ada lebih dari 10 orang yang menunggunya mati. Alangkah baiknya perkataan dari Pangeran menyebalkan itu.
"Apa yang harus aku lakukan?" Ucap Zuna frustasi.
"Pangeran aneh yang menyebalkan! Kenapa juga dia mengurungku terus di dalam sini? Haruskah aku mencari cara agar keluar dari kamar ini?"
Zuna merebahkan tubuhnya dengan kasar, kemudian bergerak tak nyaman dan berguling-guling diatas ranjang berukuran queen size itu.
"Ranjang ini bahkan sudah terasa sedikit tidak nyaman. Huh! Aku bosan!" Tukas Zuna yang saat ini merasa kesal.
Pada akhirnya Zuna menyerah dan membiarkan waktu bergulir sehingga waktunya segera tiba. Mengingat besok adalah hari menegangkan karena harus berhadapan dengan para dewan dan media.
Wanita itu segera berbaring dengan malas dan mencari posisi nyaman untuk tidur. Tidak ada yang bisa dia lakukan disini. Menutup mata rasanya sangat susah.
Keesokan paginya para maid sudah datang untuk mengganggu tidur nyenyaknya. Fajar belum sempat menyapa dan mereka sudah datang. Jangan tanya betapa kesalnya Zuna dengan fakta ini.
"Apa kalian tidak bisa datang disaat yang tepat? Ini masih pukul lima pagi tolong ...." Keluh Zuna.
Mereka refleks menggeleng, "Maafkan kami, karena ini sudah menjadi tugas kami. Hari ini adalah hari yang penting untuk anda dan juga warga New Zembdee."
Zuna mengalah dan membiarkan mereka memberikan spa di pagi hari. Spa yang mampu membuat Zuna hampir tertidur karena nyaman.
"Yang mulia, jangan sampai tertidur."
Zuna tersentak kemudian melebarkan matanya dan menggeleng. Membiarkan tangan yang memijat bahunya dengan rileks terus bekerja.
Setelah itu Zuna masih harus melewati serangkaian rumitnya agenda di pagi hari. Entah sanggulan dan pemasangan tiara yang indah. Lalu memakai gaun yang panjangnya luar biasa.
Segala sesuatu yang berkaitan tentang kerumitan di pagi hari akhirnya selesai sudah. Zuna bangkit dari pinggir ranjang dan berjalan kearah cermin.
"Astaga, siapa yang ada di dalam cermin itu? Mengapa dia sangat terlihat berbeda denganku?"
Para maid yang masih ada disana untuk membersihkan segala macam kotoran yang mereka sebabkan, sedikit menahan senyum.
"Aku benarkan? Aku terlihat sangat cantik, aduh! Mengapa aku tidak pernah menyadari kecantikan yang paripurna ini."
Zuna tersentak ketika sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Hal itu membuat Zuna refleks melihat kearah cermin.
"Pa-pangeran?" Tanya Zuna gugup.
Ketika kepala Jake bersandar di bahu Zuna, pria itu segera berbisik, "Diamlah, mereka harus tau kemesraan kita. Karena permaisuri mengirim mata-mata untuk melihat keseriusan hubungan kita." Zuna bergidik geli karena merasakan hembusan nafas dari pria itu.
"Lihatlah! Mereka berdua terlihat sangat serasi!"
"Diam, jangan sampai Pangeran dan Putri mahkota mendengar kita."
Setelah para maid itu pergi, barulah Zuna melepaskan tangan Pangeran Jake secara paksa, kemudian berbalik.
Namun wanita itu tersentak karena jarak wajah mereka yang cukup dekat. Zuna mundur dua langkah kemudian mengernyit.
"Apa yang membuatmu datang tanpa permisi?" Tanya Zuna dengan nada kesal.
Pangeran Jake malah mengendikan bahunya, "Memangnya salah jika aku pergi menemuimu?" Zuna segera menggeleng, lalu menghentakkan kakinya kesal.
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja, terlalu tiba-tiba."
Pangeran Jake menarik satu sudut bibirnya, "Begitukah?"
Zuna mendorong bahu pria itu ketika wajahnya condong ke depan. Maaf saja, hati dan perasaan Zuna tidak bisa dipermainkan dengan seenak jidatnya.
"Kita harus bergegas, bukankah waktu kita sedikit?" Elak Zuna, begitu melihat senyum Jake yang tampak menggoda.
"Baik, kamu benar. Jadi mulai sekarang, persiapkan dirimu dengan baik. Bersandiwaralah seperti aku adalah pria yang kau cintai."
Zuna mendengus, "Sudah, kau tenang saja. Jangan pernah meragukan aktingku. Permaisuri sampai tertipu waktu itu."
Jake terkekeh, "Bagus. Aku tidak salah memilih partner untuk menjadi pendamping sementara ku."
Sementara ya? Batin Zuna tanpa sadar.
***
Dilaporkan hari ini adalah hari dimana Putri Mahkota akan diperkenalkan di hadapan seluruh penjuru Negeri New Zembdee.
Daritadi berita tentang Putri Mahkota dari Negeri New Zembdee itu berseliweran. Tidak lepas dari pengamatan para penghuni Negeri.
Tangan Zuna mendadak dingin, terutama ketika melirik sebuah layar besar yang akan menjadi tempat wajahnya diperlihatkan. Sementara itu disampingnya ada Pangeran Jake yang tampak biasa saja. Tetap tenang dan tidak terpengaruh sama sekali.
Bahkan Zuna tidak sadar, kalau banyak pasang mata yang sudah siap memberikan kejutan untuknya. Jake menggeleng tanpa sadar, karena sekarang banyak dari orang suruhan musuhnya, ingin mencelakai, Zuna.
Zuna mendekatkan bibirnya kearah depan telinga Jake, "Disini tidak ada pembunuh kan?" Bisik Zuna dengan cemas.
Jake menggeleng kecil, "Tenang saja."
Momen mereka yang sedang berbisik itu tertangkap oleh kamera dan menjadi bahan pembicaraan hangat. Terlebih lagi remaja putri yang terlihat iri dengan, Zuna.
Ketika saatnya tiba, Zuna dan Jake harus maju ke depan podium dan memberikan klarifikasi atas hubungan, mereka.
"Selamat Sore semuanya, maaf jika pernyataan ini mendadak. Tapi ... Kehadiran saya dengan wanita cantik disebelah saya ini, adalah tanda bahwa sebentar lagi, Kerajaan New Zembdee menerima tamu. Dia adalah calon istri saya, Zuna Rizeta."
Zuna mendadak tremor, kakinya lemas ketika Jake meliriknya dan juga mendengar riuhan orang-orang yang menyambutnya dengan sukacita.
Tidak biasanya Zuna berada di hadapan orang banyak. Seketika nyalinya mendadak ciut. Jadi katakan apa yang harus Zuna lakukan sekarang?
"Halo semuanya, Saya Zuna Rizeta. Kedepannya saya akan menjadi orang yang berguna untuk calon suami dan juga rakyat New Zembdee sekalian."
Jake hendak tertawa mendengar jawaban Zuna. Salah Jake juga yang segera menyodorkan mic itu kepada, Zuna.
Jadi maafkan Zuna jika mengatakan sesuatu secara refleks. Walau begitu, respon Rakyat New Zembdee masih antusias dan sesekali tertawa karena mendengar ucapan Zuna yang terdengar menggelikan.
"Karena ini pengunguman atau pernyataan resmi, selanjutnya kita bisa mengobrol lagi ketika pasangan ini sudah resmi mengikat benang takdir pada pemberkatan."
Ketika pernyataan itu usai, Zuna hendak turun dari podium ditemani oleh Jake. Namun baru saja ingin turun, Zuna tersentak melihat Panah menancap di depannya.
Zuna segera mundur dan hal itu membuat warga menjadi resah dan khawatir pada Zuna. Prajurit dan beberapa anggota keamanan segera bertindak.
Jake menggenggam tangan Zuna yang kembali dingin. Sudah malu berdiri didepan orang banyak, sekarang malah banyak orang yang ingin membunuhnya. Apa segitu rumitnya hidup seorang, Zuna?
Zuna oleng ketika satu panah kembali dilesatkan, namun Jake segera menarik Zuna membuat Wanita itu menabrak d**a yang terasa bidang itu. Jake segera memeluknya di hadapan semua orang, membuatnya kembali menyita perhatian seluruh negeri.
"A-apa yang terjadi?" Tanya Zuna gugup.
"Tenang, kamu aman bersamaku," balas Jake dengan gumaman.
Dari kejauhan sana Permaisuri dan Pangeran pertama tampak puas dan tersenyum licik.
##
Baca My Dearest Boy
Sweet Teacher
Moza Heart
Innocent Husband
Mute Husband
Boss Needs Me
Karya yang ada diatas ini, adalah karyaku guys. Silahkan jangan lupa follow akun ini juga dan tap lovenya. Terimakasih sudah menghargai karyaku.