Perjuangan Batin Mayra

1007 Words

Kini Vano mondar mandir didalam apartemennya, Sedangkan Anton yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Sudah lah Vano, kalau elo mau bertemu Mayra telepon aja, ngapain juga gelisah gak jelas"Ucap Anton yang sedang meminum kopinya didepan televisi. "Kan gue yang sakit, Harusnya Mayra yang hubungin gue duluan dong" Ucap Vano sambil berjalan kesana kemari. "Elo kan tahu Mayra masih ragu sama loe Van, Kalo sikap jual mahal loe masih loe pertahanin siap siap aja elo bakal kehilangan Mayra selamanya" Ucap Anton yang kembali menyesap kopinya. "s**t!" mendengar ucapan Anton membuat Vano semakin gusar, diapun akhirnya menghubungi Mayra. "Halo Mayra?" "Ada apa sih Van" Mayra masih bersama Okin sedang menikmati sarapannya. "Kamu gak khawatir sama aku, kenapa kamu gak hubungi aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD