"Madam Ellie." Ellie memindahkan tatapannya dari ratu dan sepasang putra kembarnya pada Nakia. Bibirnya mengulas senyum getir dan Nakia meringis kecil. Bergeser agar bisa berdiri di sebelah staf senior istana. "Bersikap santai saja padaku," sahut Ellie datar. Menyadari Nakia kesulitan berbicara. "Baiklah. Bagaimana perasaanmu?" "Tidak terlalu baik." Ellie berkata dingin. Sementara Laura dan kedua putranya tertawa satu sama lain. Ibu dua anak itu mendorong pelan bergantian ayunan yang terbuat dari kayu pada putranya yang gembira. "Lihatlah. Bagaimana bisa senyuman itu menutupi sebuah kejahatan?" Nakia menunduk. "Kau berpikir kalau ratu yang melenyapkan Nirvana?" "Siapa lagi?" Nakia menarik napas berat. Memainkan kedua kakinya dengan masam. "Nirvana pernah bercerita sesuatu padamu?"

