The Wrong Mr. Right

1455 Words

"Sarah?" Wajah Sarah bergeming memandang ke luar jendela mobil saat mendengar suara Robby lembut di sebelahnya. Ia tidak berniat menjawab panggilan itu. "Sarah," ulang Robby. "Apakah kau baik-baik saja?" Ah, well, itu pertanyaan mudah dengan jawaban tersulit. Sarah mendapati dirinya telah jatuh cinta pada laki-laki di balik kemudi di sebelahnya ini. Apakah itu berarti ia akan baik-baik saja? Dengan susah payah, ia menggerakkan kepalanya, melihat sekilas pada Robby yang tampak khawatir, lalu kembali memalingkan wajahnya. Menatap lurus jalanan sepi menuju Redmond. "Oh, ya, aku baik-baik saja." Ia meragukan keberhasilannya menutupi rasa sedih dari suaranya. Pandangannya kini jatuh ke bawah, pada celana kain dan sweater biru yang dikenakannya. Dengan pikiran kosong, ia menarik-narik uju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD