CTS~22

1488 Words

Episode sebelumnya .... Hal selanjutnya justru semakin membuatnya hancur. Ia marah, kecewa, tanpa tahu apa penyebabnya. Hati dan pikiran bertolak belakang membuat kepalanya  nyaris pecah. Bagaimana ia bisa menerjemahkan apa yang ia rasakan saat ini? Ia sangat ingin memeluk gadis itu, tetapi di sisi lain ia merasakan rasa marah yang luar biasa, apalagi saat melihat gadis itu jatuh di pelukan orang lain. Tidak mungkin! Tidak mungkin itu kekasihnya. Ia bisa melihat sorot mata penuh kekecewaan dan putus asa dari gadis itu sebelum satu pukulan keras menerjang rahangnya hingga ia terjengkang dan rasa sakit di kepalanya semakin menjadi. Perutnya mual, matanya buram dan kakinya mati rasa. Ia sekarat. Rasa sakitnya semakin diperparah dengan hatinya yang terus terasa ditusuk oleh ribuan belati, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD