CTS~13

1578 Words

Episode sebelumnya .... “Bagaimana?” “Beres, Pak!” “Apa kau yakin?” “Saya melihat sendiri kalau mobilnya masuk jurang dan meledak, hanya saja ada seorang perempuan yang bersamanya. Heru yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu menopang dagu. Bibirnya mengulas senyum kemenangan. “Apa dia ikut mati?” “Tidak, Pak! Karena perempuan itu melompat keluar dari mobil.” “Bagus! Yang penting bocah tengik itu sudah mati. Cepat bersihkan dan jangan sampai ada yang mengetahuinya.” “Baik, Pak!” ****  Hidup dan mati seseorang memang sudah ditentukan, kita tak bisa mengelak jika waktu itu telah tiba. Bisa saja saat ini kita bahagia,lalu dalam hitungan jam kebahagiaan itu sirna berganti dengan duka. Ify tahu, tapi ia tak pernah siap. Ditinggalkan selalu menjadi memori buruk yang selalu menghan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD