CTS~24

1336 Words

Episode sebelumnya ... Alvian  tertawa dengan puas, lalu sekejap kemudian dia memandang Ify dengan serius. “Fy, nggak ada, ya?” Ify mengernyit, tak paham dengan pertanyaan Alvian. “Nggak ada apanya?” “Nggak ada peluang buat aku?” Sayang, pertanyaan itu tak sanggup keluar. Alvian berdehem untuk sekedar membasahi tenggorokan. “Aku tamu di sini dan aku haus, nggak ada air minum apa, ya?” Akhirnya, hanya pertanyaan bodoh itu yang keluar.  ***  Setelah masa pemulihan, Rio diijinkan pulang dengan syarat. Tak ingin berdebat terlalu panjang, Rio akhirnya menyetujui saja. Entah bagaimana nanti ke depan, dipikir belakangan saja. Niat Rio ingin kembali ke Jakarta dan tinggal di apartemen sendiri. Ia merasa membutuhkan waktu untuk menyendiri, menggali semua ingatannya yang hilang. Mungkin den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD