Episode sebelumnya .... “Kalau begitu, antar aku pulang.” Alvian tak kehabisan akal. Ify menggeleng. “Aku sedang lelah.” “Kalau begitu biar aku antar pulang. Aku bisa naik taksi dari sana, karena sepertinya kita satu arah.” Ify menghela napas panjang lalu tanpa kata masuk ke dalam mobil diikuti Alvian yang tersenyum lebar. “Kau pasti tidak akan mengalah bukan?” tanya Ify setelah mereka berada di mobil dan bersiap untuk jalan. “Karena aku benci kalah,” sahut Alvian yang membuat Ify hanya menggelengkan kepala kemudian menyadarkan dirinya ke jok dan mulai menutup matanya. Ia tidak berbohong jika dirinya sangat lelah hari ini. Alvian dan tingkah lakunya, selalu mengingatkannya pada Rio. **** “Masih belum bisa dihubungi?” tanya Pak Hanafi dengan cemas. Beberapa jam yang lalu, ora

