CTS~42 [END]

1196 Words

Episode sebelumnya .... “Papa ....” Pintu terbuka, dan terlihat Venus yang berada di ambang pintu sembari mengucek matanya. Dea yang melihat itu tersenyum. Pistol yang awalnya mengarah kepada Rio, kini berubah ke arah Venus. Rio yang melihat itu panik, ia berusaha bangkit demi melindungi putranya, tetapi rasa nyeri di perut dan lengannya membuatnya kembali terjatuh. “Lihat baik-baik, Rio! Anak lucumu ini akan mati dengan satu peluruku. Ia akan mati tepat di depan matamu sehingga kamu akan merasakan bagaimana rasanya neraka secara nyata,” Dea terkekeh sembari bersiap menarik pelatuk. “TIDAAAAAAKKK!” Dorr! **** Semua orang mematung di tempatnya. Rio yang tak berhasil bangun merasakan jantungnya seperti meloncat keluar dengan setetes air mata yang membasahi pipinya. Kejadian itu terja

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD