Sahabat Sehati

1372 Words

"Serius lo mau bolos?!" teriak Maura membuat Nala menghentikan langkahnya. "Ngapain teriak, gila! Gimana kalau Mas Nathan denger." Nala melihat Mobil Nathan memasuki pelataran kampus dan masuk ke dalam gerbang. Maura menyengir sudah seperti kuda dengan seluruh gigi putihnya terlihat. "Gue ikut ya?" ucapnya menunjukan wajah bodoh. "Enggak pergi, sana!" Nala melanjutkan langkahnya pergi ke sisi lain kampus. Hatinya masih kesal luar biasa. "Enggak, ah. Gue ikut pokoknya! Lagian gue tahu lo lagi galau. Mending juga ada temennya kan. Dari pada lo bosen sendiri," tawarnya. "Jangan deh, Ra. Nanti Mama lo ngamuk lo malah ikut- ikutan bolos." "Sama- sama di marahin kan? Emang yakin Mama lo gak marah. Nathan? Mas Azka?" Langkah Nala kembali terhenti dan menoleh. "Jangan omongin mereka gue la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD