"Papa yakin kamu tahu sesuatu." Nathan meremas tangannya di bawah meja. Apakah mengatakan yang sebenarnya adalah kebaikan. Nathan takut keluarganya jadi berantakan hanya karena sebuah perasaan yang jelas- jelas terlarang antara Azka dan Nala. "Kamu gak tahu, atau tahu tapi gak mau bilang sama Papa?" Nathan menghela nafasnya pelan. "Nala suka Mas Azka, Pa." Andra tertegun. Wajahnya menunjukan keterkejutan namun tak kentara. Dan Nathan tahu Papanya memang sangat pintar menyembunyikan amarahnya. Jadi entah apa yang Andra pikirkan saat ini. "Dan Mas Azka nolak." "Itu garis besarnya?" tanya Andra. "Iya." "Terus?" Nathan kembali menghela nafasnya. "Dan ternyata Nala sukanya sejak sebelum Mas Azka ke luar negeri." Andra memejamkan matanya, sebelah tangannya memijat pelipisnya. Itu

