Tanpa berpikir panjang, Mia pun mengangguk mengiyakan tawaran Rendra. Ya, anggap saja ini yang pertama. Anggap saja tak ada masa lalu di antara kita. Dan cinta kita tumbuh begitu saja pada pandangan pertama. Rendra mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah wadah beludru berbentuk hati berwarna merah tersodor di depan Mia. Pria itu membukanya dan mengambil isinya. “Bisa kau kemarikan tanganmu?” Mia memberikan tangan kanannya dan Rendra mengapit bagian jemarinya. Kemudian cincin itu bergerak masuk ke jari manis dan melingkar dengan cantik di sana. “Kau suka?” tanya Rendra pada Mia. Dengan mata berbinar dan senyum yang mengembang, Mia menatap pada cincin bermata berlian tersebut. Gadis itu mengangguk dan menitikkan air mata untuk yang ke sekian kalinya. * Malam itu terasa sangat romant

