02.pelakor

585 Words
Suara cempreng khas anak kecil terdengar begitu riang menyapa 'dady' nya.'tapi siapa yang anak itu panggil dady ?' batinnya.'mas Rayhan ? Atau hanya orang iseng si ? Atau orang salah kirim ?'. "Sayang.."suara mas Rayhan mengagetkan ku dibalik punggung."ini ada yang kirim gambar sama voice note"ujarku sambil mengangsurkan ponsel kepadanya "siapa si mas ?".kuperhatikan wajahnya dengan seksama.mas Rayhan terlihat mengernyit "gatau sayang.gak kenal.salah kirim kali...." Jawabnya acuh tak acuh.lalu menariku kedalam dekapannya kemudian terlelap dengan penuh tanya "Mas berangkat sayang.." pamitnya sembari mencium kening ku.kuulurkan tangan untuk mencium punggung tangannya."ayo Qila.."ajaknya kepada putri kami tercinta."heemm.....ma,Qila berangkat sekola yaa".tanpa mengurai lengkungan dibibir aku mencium kefua pipi anaku penuh cinta."hati hati sayang.....".kemudian beralih."Qila juga belajarnya yang rajin ya.supaya jadi anak pinter." Menutup pintu.hening.setelah mengantar keberangkatan sang suami dan putri tercintanya.Widari.dia memang memilih berhenti menjadi pengajar setelah suaminya diangkat menjadi PNS.Widari juga ingin fokus merawat bayi nya kala itu. Setelah berjibaku dengan perkakas rumah tangga.Widari merebahkan dirinya di sofa ruang tengah.tempat biasanya ia bersantai bersama keluarganya.sebelum menjemput Aqila di sekolah.hening sesaat sebelum pikirannya teralihkan kembali dengan foto yang dikirim ke ponsel suaminya seminggu lalu.setiap hari dia memikirkan 'siapa pengirim gambar dan siapa dibalik suara anak kecil dalam voice note itu ?'.tapi karena tidak ada hal yang mencurigakan dari suaminya.dia berfikir mungkin itu memang 'orang salah kirim'.ya setidaknya kata itu yang membuatnya tenang kembali. "mungkin aku terlalu takut hingga berpikir yang tidak-tidak kepada suamiku sendiri"."hahahh.....lucu sekali". Tapi 'Aleandra' batinnya 'sangat familiar'.'Rayyan Aleandra Dirgantara'. 'juga,kenapa nama belakang suamiku diapakai di belakang namanya ?'.'apa mungkin suatu kebetulan ? Atau memang hanya orang iseng?'."aahhhh....kenapa aku tidak memperhatikan wajah anak itu lebih jelas ?! Sayang sekali" Sebuah motor matic berhenti tepat di depan gerbang sekolah.sekolah khusus anak-anak.sesaat sebelum dia duduk dibangku taman sebrang sekolah.tempat biasanya dia dan para penjemput lainnya menunggu.ada beberapa orang juga.mayoritas ibu ibu.sekitar 4orang terlihat bergerombol.satu yang berbisik-bisik agak keras, adalah mbak Rina,tetanngga samping rumahnya.suara gaduh sampai ditelinga nya. "Gina ? Jeng Gina istrinya mas Seto ? Anaknya haji Amin ?" Sewot seorang ibu-ibu ."iya.iya yang itu,aduuuuhhhh kasian banget deh.udah di madu.dicarai.sekarang diusir pula.untung bapaknya orang kaya.kalo nggak,mungkin udah jadi gembel dia"sambung ibu ibu dengan gaya paling hedon. 'gosip lagi' batinnya. "siang ibu ibu .."sapaku dengan senyum yang sedikit kupaksakan."ehhh jeng Wida...duduk duduk jeng"hebohnya sambil menyingkir sedikit sekedar memberi tampat untuku duduk."heehe...makasih mbak Rina"."eeehhhh jeng Wida.makin cantik aja tiap hari"imbuh salah seorang ibu yang biasa dipanggil Lisa'padahal nama aslinya lilis'. "tapi tetep.walupun cantik harus hati-hati jeng.Pelakor jaman sekarang pada ganas.modal ngangkang aja udah ngalahin istri sah lho"ujar mbak Lisa heboh 'ahhh aku lebih suka memanggilnya mbak Lilis.hehe' "pelakor ?" Tanyaku hanya memastikan."iyaa.....tahu nggak jeng ?" 'nggak tahu.hahaha'ledeku dalam hati 'mana kutau orang mereka belum cerita apa apa.ada ada aja'. "itu lho.jeng Gina,anak nya Haji Amin yang punya toko material di depan komplek,dia suaminya di gondol pelakor"cecarnya heboh 'digondol ? Dikira wewe gombel apa'."ah masa si ? Kan mbak Gina cantik,seksi pula hihii..."jawabku sekenanya.ya,hanya basa basi si sebenarnya.aku gak penasaran juga sama kehidupan orng lain."iya bener.awalnya dimadu,lama lama di cerein terus diusir dari rumahnya.kasian,padahal adeknya Fauzi masih bayi"..Fauzi.anak mbak Gina yang seumuran dan satu sekolah juga dengan Aqila."padahal jauh lho kalo di bandingin sama jeng Gina"sambungnya lagi dengan menggebu."mungkin goyangan nya enakan si Pelakor...hahahah".timpal mbak Dewi yang dari tadi hanya menyimak. Dilain tempat.ternyata bukan hanya Widari yang terganggu oleh pesan gambar tempo lalu.Rayhan,sang penerima pesanpun dibuat tak fokus dengannya. 'Dirgantara ?'.gumamnya.'kenapa nama belakangku tersemat juga di belakang nama anak itu ?' 'dan apa ?' "Aleandra ?" ',jika dilihat dari perawakan nya mungkin seumuran Aqila' tiba tiba Rayhan menyadari sesuatu. "tidak mungkin"............
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD