Windy mengurungkan niat untuk menemui Ririn di kamar. Ia justru memutuskan untuk memasuki kamarnya sendiri. Gadis itu cukup paham kalau sang kakak saat ini tengah membutuhkan waktu untuk menyendiri. Perlahan Windy menaiki ranjangnya. Ia lalu duduk bersandar. Tatapannya tak sengaja jatuh pada sebuket bunga tulip putih pemberian Gery yang tadi ia letakkan di atas meja rias. Bunga yang tampak cantik itu nyatanya kini terlihat seperti duri di mata Windy. Padahal, dulu Windy sangat menyukai bunga tulip putih, tetapi sekarang ia justru benci melihat bunga itu ada di sini. Windy pun beranjak bangun dan meraih sebuket bunga pemberian Gery tersebut. Ia lalu mengambil gunting dan merusak bunga yang tampak cantik itu, kemudian setelah puas, Windy membuangnya ke tempat sampah sambil menangis. Ya

