**** Tujuan Davia Monita Sastra kali ini sudah jelas. Ia akan datang ke apartemen Dhante dan meminta bantuan. Di dunia ini selain pada Dhante, pada siapa lagi ia akan mencari pertolongan? Langkah Davia semakin melemah, kepalanya yang mengeluarkan darah sesekali ia seka dengan tisu yang ia bawa. Rasanya sakit tapi ia bertekat harus sampai di apartemen Dhante. Sesampainya di apartemen itu, ia memencet bel beberapa kali namun tak ada sahutan dari si empunya rumah. Davia beranggapan jika Dhante mungkin tengah keluar karena pekerjaan atau—ya, pergi berkencan dengan ponakannya. Davia menelan ludah, ia berjongkok di sisi pintu apartemen. Wajahnya kusut, dielusnya koper warna hitam itu dengan harapan penuh. Jika ia tidak serakah, maka ia tidak akan babak belur di tangal Daniel. Ia pasti saat in

