34. Malam Tak Terduga

1355 Words

**** Bibir Deya bergetar, hatinya gamang untuk menjawab segala pertanyaan Dhante yang meluncur bebas. Ingin rasanya ia mengatakan ya tapi bayangan Tante Monita sekilas membuat Deya menyimpan kembali perasaannya. Dhante mengembuskan napas, udara hangat itu menerpa wajah Deya, membuat sensasi berdesir dalam diri sang gadis polos. Pria itu menyatukan kening mereka, hidung yang tegak mancung saling bergesekan satu sama lain, membuat Deya merasa geli sekaligus penasaran. "Jangan ragu, ayo katakan padaku. Jika bukan malam ini, kapan lagi aku bisa tahu perasaanmu padaku." Gadis berambut sebahu menelan ludah, ia ingin menunduk, menyembunyikan perasaan yang berkecamuk. Namun Dhante tak membiarkan gadis itu menghindari tatapannya. Dengan jemarinya yang kekar, Dhante menarik dagu Deya dengan lembu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD