Lili menatap pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Seingatnya tadi sebelum keluar dari sana Lili sudah menutupnya rapat. Tapi benda dengan bentuk persegi panjang itu masih saja membuka meski hanya sedikit. Ah, peduli apa! Yang penting ia sudah menyelesaikan tugasnya. Tak perlu Lili terlibat begitu jauh dengan Nico. Lili cukup menjalankan perintah Nico dan sebelum Nico berubah pikiran lagi, Lili harus segera pergi dari sana. Lagi pula pakaiannya basah. Sangat tidak nyaman untuk tetap mengenakan pakaian tersebut. Saat ekor matanya melihat pintu kamar mandi bergerak, Lili yang memang sejak tadi masih memandang kesana langsung mengerjap pelan melihat sosok yang keluar dari sana dengan mengibaskan rambutnya yang basah. Napas Lili sampai tertahan melihat gerakan yang begitu memikat hatinya

