Nico menatap lamat penampilan Lili saat ini. Dres cantik pas bodi membingkai tubuh indah Lili. Rambutnya disanggul hingga memperlihatkan leher jenjangnya. Sungguh bagian itu sangat menguji iman seorang Nico. Sejak tadi Nico membayangkan wajahnya tenggalam dalam ceruk leher Lili. Menikmati wangi yang begitu khas dari setiap jengkal kulit yang sangat indah ini. Memberikan tanda jika Lili adalah miliknya. Oh, astaga... Lili berjalan mengarah padanya dengan senyuan manis yang selalu mengiasi wajahnya. Ditambah wajah yang diberi riasan tipis semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi Nico. Lenggak lenggok tubuh sintal itu membuat Nico harus menelan salivanya berulang kali. Jari tangan Nico kini benar-benar saling menggengkam kuat. Berusaha bertahan untuk tidak menubruk asisten pribadinya

