“Darimana saja kamu?” Lelaki itu, masih dengan menggunakan jas lengkapnya berdiri didepan pintu lift seraya menatap Lili dengan tajam. Tangannya bersedekap didepan d**a, memperlihatkan wajah marahnya yang mungkin saja sebentar lagi akan mengguncang dunia. Bahkan hawa panas disekitar tubuh lelaki itu terasa sampai ditempat Lili berdiri. Lili yang awalnya berjalan santai kini terpaksa menghentikan langkahnya karena terkejut. Untuk menelan salivanya sendiri terasa begitu sulit. Lili kehilangan nyalinya untuk marah pada Nico. Nico saat ini lebih terlihat menyeramkan dibanding dengan dirinya yang sedang marah. “T-tuan...” Suara Lili terdengar bergetar dan gugup. Manik matanya menatap Nico takut-takut. Saat matanya bertemu dengan tatapan tajam Nico, ia segera menunduk dan tak berani lagi mem

