Bab 21

1245 Words

“Gosok punggungku!” “Hah?” Kalimat dengan nada memerintah yang keluar dari mulut Nico berhasil membuat Lili bingung. Otaknya masih mencoba mencerna permintaan Nico. Nico berdiri disisi bathtup dengan memandangi ekspresi wajah Lili. Nico sudah menduga bagaimana respon Lili terhadap hal yang ia minta barusan. Kaki jenjang yang kini hanya dililit handuk mulai berjalan mendekati Lili yang masih mematung ditempatnya dan berhenti satu jengkal tepat didepan Lili. Bahkan tubuh Nico condong kedepan untuk mengamati ekspresi wajah asisten pribadinya itu. Bahkan dari jarak sedekat ini Nico bisa merasakan deru napas Lili yang menerpa wajahnya. Aroma lavender yang menguar dari tubuh Lili selalu membuat Nico betah berlama-lama disamping Lili. “Lili, aku pikir indera pendengaranmu masih baik-baik s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD