Memaafkanmu

1132 Words

“Nanti bagaimana kalau aku diejek lagi, tidak ada yang membelaku,” keluh Rachel. Mata Andrew mulai terasa berair. Ia bersusah payah menahan air bah yang dengan cepat memenuhi pelupuk matanya “jangan takut, mereka tidak akan mengejekmu lagi, lagi pula kau anak yang berani bukan.” “Tetap saja aku takut,” isak Rachel. Aleah yang melihat itu entah kenapa merasakan hatinya bergetar. Entah perasaan seperti apa ini. Ia sedih, takut, kesal, marah bahkan menyesal. Semuanya berpadu dalam dadanya hingga tanpa terasa air mata menetes tetapi kemudian ia segera menyekanya. “Apa paman akan ke sini lagi?” tanya Rachel. “Paman tidak janji, tapi kalau ada waktu paman pasti ke sini,” kata Andrew. “Papa…jangan pergi,” gumam Rachel sambil menundukkan kepala. Andrew mendelik mendengar panggilan Rachel. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD