“Kamu gak capek Dek mandangin aku terus?” tanya Arga yang duduk bersandar di ranjang rumah sakit. Hari ini dia dijadwalkan untuk check-up lengkap kondisi badan dan kejiwaannya. “Gak kok. Aku gak mau lagi kehilangan wajah Kakak,” ujar Tasya pendek sambil menyodori sepotong buah mangga. “Kamu juga makan dong! Mangga ini enak sekali,” ujar Arga sambil menyuapi Tasya dengan lembut. “Kak Arga harus banyak makan biar cepat sehat. Biar Kak Arga cepat sembuh dan melupakan semua lupa itu.” “Iya, Sayang. Mulai sekarang, aku akan berjuang untuk lekas sembuh. Supaya tanganku ini bisa segera memelukmu,” ujar Arga pelan. Tasya hanya memandangi bibir seksi Arga yang sudah pernah menciumnya itu. “Kak, apa yang Kakak rasakan waktu di ambang kematian?” tanya Tasya ragu. “Sedih. Kenapa aku yang meningg

