“Minumlah, kupikir anak sekolah pasti suka minuman ini?” tanya Filla tajam sambil menyeruput kopi vanillanya. Tasya hanya melirik enggan pada milkshake coklat di hadapannya. Sungguh pembuka percakapan yang dingin, batinnya. Tasya malah tertarik mengamati perempuan dewasa di depannya ini. Dia terlihat elegan dengan blus sifon berwarna peach, dipadukan dengan rok pendek berwarna coklat krem, sepatu wedges 10 cm berwarna coklat, jam tangan warna silver, dan tas Channel warna peach. Penampilannya makin keren dengan riasan make-up natural, lipstik warna peach nude dan aroma parfum mahal yang lembut dihirup. Tasya memang kalah telak dibanding perempuan cantik di depannya ini. “Kenapa didiamkan? Kamu takut kuracuni ya?” tegas Filla heran. Tasya menggeleng dingin. “Maaf, aku gak suk

