Iwan POV. Memang ribet sekali punya pacar atau calon istri seoneng Neneng. Dia doang rasanya malah kesal saat aku mengakui dirinya sebagai pacar sekaligus calon istriku di depan semua staff yang jadi anak buahku di kantor. Segitu dia sampai di tuduh jadi cepu yang mereka pikir tukang mengadu padaku atau abang iparku tentang kelakuan mereka yang suka main game saat jam kerja atau melakukan hal lain yang suka di lakukan karyawan untuk bersenang senang di jam kerja. Belum lagi mereka menuduh Neneng merayuku supaya bersedia dekat dengannya. Masa dia malah komplen dan mengeluh terus padaku soal ini. “Aa sih pakai bilang ke semua orang kalo kita pacaran terus mau nikah, mereka jadi suka sungkan minta tolong aku. Belum lagi jadi, jadi sungkan juga kalo mau nitip beli makan siang sama aku” keluh

